Kuli Bangunan Terdakwa Pajak Dituntut 363 Miliar

Sabtu, Desember 01, 2012
Kuli Bangunan Terdakwa Pajak

surabayapost.co.id - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Hadi Mulyono (39), terdakwa kasus faktur pajak fiktif PT Sulasindo Niagatama 3 tahun penjara serta denda sekitar Rp 336 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Seperti diberitakan, Hadi Mulyono yang lebih akrab disapa Jono tersebut melalui kuasa hukumnya, JB Rahardjo mengutarakan jikalau dirinya hanyalah salah satu pekerja serabutan, kadangkala jadi kuli bangunan. Kira-kira tahun 2007, pria yang berasal Sragen-Jawa Tengah tersebut berjumpa sama seseorang yang punya nama Puguh kemudian ditawari pekerjaan.

Sesudah itu terdakwa diajak menuju kantor notaries, kemudian diketahui belakangan kalau namanya dicatut jadi komisaris PT Sulasindo Niagatama, perusahaan yang menerbitkan faktur fiktif dengan jumlah kerugian negara Rp 118 milair. Dirinya memperoleh upah dari PT Sulasindo antara RP 150 ribu sampai Rp 250 ribu tiap bulannya.

Sementara itu, JPU yang berasal dari Kejari Tanjung Perak, Tri Murdiyati dalam nota tuntutanya mengungkapkan, terdakwa Hadi Mulyono terbukti secara sah serta meyakinkan sudah terlibat pada penerbitan faktur pajak fiktif. “Akibat perbuatanya, negara telah dirugikan hingga Rp 118 miliar,” katanya, Kamis pada sidang yang ada di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Berita selengkapnya disini

Komentar Kuli Bangunan Terdakwa Pajak Dituntut 363 Miliar

Jangan menaruh live link dikomentar dan sampai saat ini baru 3 komentar untuk update Kuli Bangunan Terdakwa Pajak Dituntut 363 Miliar dengan id 5559540616644510934.

Agung Car

Banyak sekali rekayasa dan tipu muslihat di negeri ini, secara akal sehat saja kuli memegang uang milyaran saya tidak mungkin, apalagi memiliki x_x ampun deh

28/2/13 10:27
Muh Agung Eka

sungguh keterlaluan,seorang kuli bangunan harus membayar dengan sangat banyak padahal mencari nafkah untuk keluarganya pun susah apalagi untuk membayar denda sebesar itu..

11/8/13 21:45
Terbaru

Sunggauh tega memanfaatkan orang lain dan kemudian menjerumuskannya lebih dalam lagi

19/9/13 21:44