Debat Calon Bupati Sragen 2011

Rabu, Maret 16, 2011
Debat Calon Bupati Sragen 2011

Debat Calon Bupati Sragen yang diadakan tadi malam kemungkinan menjadi acara terakhir kampanya calon Bupati Sragen 2011-2016. Jika di lihat ada kemajuan untuk acara pemilihan bupati sragen kali ini. Dengan adanya acara debat calon Bupati Sragen di Gedung Kartini Sragen pada pukul 19.00-21.00 WIB tanggal 15 Maret 2011 yang di adakan oleh KPU sragen di harapkan warga sragen ASRI bisa tahu tentang orang yang akan di pilih.

Di awali dengan lantunan yel yel dari beberapa simpatisan masing masing calon bupati. Namun di sayangkan kayaknya ada simpatisan yang tidak menyiapkan yel yelnya dengan baik. Dan kelihatan yel yel masing masing kurang mempunyai semangat. Namun di sayangkan saya sendiri yang melihat melalui media televisi lokal TA TV merasa aneh, hanya calon bupati ke lima di saat tersebut ada clemongan dari pembawa acara bahwa pada saat tersebut tidak boleh mengambil gambar. Saya bertanya loh kok baru di umumkan saat simpatisan terakhir. Dari awal kenapa? dan jika memang terpaksa kenapa tidak di selesaikan dulu biar kelihatan adil?

Saya lihat tidak terlalu banyak hal yang bisa di ambil dari sini. Hanya beberapa poin yang saya ambil dari beberapa calon bupati sragen ini. Pemberdayaan warga kabupaten sragen bisa di lakukan dengan pengiriman ke beberapa tempat untuk melatih kemampuan hal ini di ungkapkan oleh calon bupati sragen no 1 Noto. Untuk pasangan kedua Laku mengungkapkan tentang ahmadiah apabila keyakinan tersebut di yakini oleh perorangan maka hal itu kita tidak dapat melarang namun Ahmadiyah merupakan organisasi maka hal itu terlarang dan saya ambil kesimpulan pasangan kedua ini melarang untuk Ahmadiyah berada di wilayah sragen. Untuk pasangan calon bupati dengan no urut ke tiga Damar untuk menangani anak jalanan memerlukan pendekatan. Pasangan bupati sragen ke 4 Yuda mengungkapkan akan meningkatkan potensi untuk masyarakan "lor gawan" yang memang tanahnya cocok untuk pertanian tebu. Pasangan bupati ke lima ADA mengungkapkan akan memberikan sragen yang adil dan jujur sehingga warga miskin di Sragen bisa juga menikmati menjadi PNS yang memang sebelumnya rumor bahwa kabupaten sragen untuk PNS hanya buat yang kaya.

Saya sendiri sebagai penonton debat tersebut sempat juga tersenyum dengan beberapa ide dari beberapa pasangan bupati sragen tersebut. Ada yang mengusulkan membuat bengkel dan menarik pajak 5 ribu setiap harinya, ada juga yang menganggap perangkat desa paling dekat dengan rakyat, ada juga yang mengungkapkan bahwa sragen tidak ada anak jalanan, ada juga yang mengungkapkan kampanye paling bersar. Ada sedikit pandangan dari saya mengenai hal tersebut.

Menurut saya ada beberapa hal yang bagus dan hal yang tidak. Menarik memang mengirim warga sragen untuk pelatihan, ke tempat lain semisal ASTRA. Menurut saya sangat bagus namun harus di lihat kembali, siapa yang di kirim? bagaimana biaya hidup mereka? siapa yang membiayai? kenapa para calon bupati Sragen tersebut tidak menyinggung akan mengontrak ahli dan di tempatkan di technopark, kemudian masyarakat terutama pemudanya di kasih peluang pelatihan gratis di sana. Saya kira akan lebih murah biayanya dan target akan tercapai lebih luas

Menganggap perangkat desa lebih dekat dengan masyarakat, ya saya akui memang mereka perangkat yang paling dekat dengan masyarakan tapi hanya tempat bukan layanan. Lihat saja masih banyak perangkat desa yang mendahulukan pekerjaan rumahnya seperti mengerjakan sawah di banding melayani masyarakat. Kadang untuk mengurus surat saja kita masih harus nunggu, mencari itupun suruh bayar "seiklasnya", saya yakin hal ini bisa di rubah jika ada ketegasan.

Hal yang paling membuat terkejut saya adalah pernyataan salah satu calon bupati yang menganggap bahwa sragen tidak ada anak jalanan. Mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak pernah membaca atau mendengar berita di akhir tahun 2010 ada beberapa anak jalanan yang tertangkap di kuburan karena lagi pesta obat terlarang. Dan saya kira beberapa pernyataan tentang penanggulangan anak jalanan yang di kemukakan oleh para pasangan bupati harus bercermin lagi. Lihat saja di berbagai penjuru desa, berapa penganggurannya? berapa dari mereka yang membuat keonaran? saya merasa malah merekalah yang sebenarnya harus di tuntun apalagi yang memang menganggur karena tidak punya dana untuk "membeli pekerjaan" yang memang tidak mampu. Merekalah yang paling tepat untuk mengikuti pelatihan, dididik, bukannya anak-anak yang keluyuran di tengah malam di jalan jalan kota yang di utamakan. Saya yakin untuk mereka yang ada di desa yang memang tidak punya biaya "membeli pekerjaan" akan membawa kemajuan sragen lebih cepat.

Membanggakan peserta kampanye memang boleh silahkan, tapi saya lebih bangga lagi jika para pasangan bupati sragen ini bisa mengatur para pesertanya untuk tertib, saya sangat menghargai jika bisa mengatur para peserta kampanyenya tidak menimbulkan polusi suara, saya sangat simpati jika para pesertanya tidak karena uang pengganti "bensin". Jika memang bisa di penuhi saya yakin anda bisa menjadi pasangan bupati tanpa anda memberikan janji janji, karena anda adalah pilihan yang tepat bagi warga sragen. Semoga memang untuk di 19 maret 2011 nanti warga sragen bisa memilih pemimpinnya dengan tepat. Dan tidak memberikan citra bahwa bekerja di sragen harus "dibeli".

Komentar Debat Calon Bupati Sragen 2011

Jangan menaruh live link dikomentar dan sampai saat ini baru 8 komentar untuk update Debat Calon Bupati Sragen 2011 dengan id 8656852741046361845.

Anonim
Anonim

baguss..
saya rasa sragen sdah jebuh dgan KKN yg merajalela,yg bhkan mnjdi knsumsi publik.
saya sbgai mahsswa kdag malu klo crita ttg kota Sukowati yg wargany hrus mmbyar puluhan bhkan ratusan juta untk jdi PNS.
Byk potensi SDM,SDA sragen,byk orang pntar,pertanian melimpah....tinggal kta mengeksplore dgn bijak.
"Jadikan Bumi Sukowati Kota yang bener" ASRI tnpa KORUPSI"

18/3/11 22:34
Sragen Asri

Saya setuju dengan pernyataannya, memang Sragen sudah terkenal, sampai luar pulaupun sudah mengerti dan banyak yang enggan mendaftar pekerjaan di sragen.. ya karena sudah terkenalnya "beli pekerjaan" semoga dengan bergantinya bupati besok bisa membawa sragen lebih baik, dan warganya yang berpotensi meningkatkan sragen tidak keluar untuk memajukan daerah lain..

18/3/11 22:45
Anonim
Anonim

siapaun bupatine sragen yo tetep sragen.
ora ono pengaruh opo2 bagi masyarakat.
sing penting dalane alus wis apik.

19/3/11 07:18
Sragen Online

Nek Sragen yow tetep Sragen, nek ganti bupati mungkin kebijaksanaane ganti. Tetep ono pengaruhe nang masyarakat, tapi lapisan sing ndi? lha kui sing rung di ngerteni :D

Nek masalah dalan ... we lha aku krungu krungu sruing sruing.. sing emang rung kebukti nek danane wis entek.. mbuh go opo.. dadi seumpomo bupati ganti yow ngenteni pirang2 tahun meneh ben dalane alus xi3

19/3/11 09:04
lebah ndut

Alhamdulillah.. Sragen sudah ganti bupati yach? Selamat dah buat bupati yang baru. Semoga jauuuuuuh lebih baik dr kepemimpinan bupati sebelumnya. Dan yang terpenting, bisa membawa Sragen dan masyarakatnya ke arah yang lebih baik, aman, nyaman dan sejahtera.

20/3/11 09:26
Sragen Hari Ini

Semoga memang begitu.. dan tidak ada lagi tentang "pembelian pekerjaan"

20/3/11 09:38
ajis

aku sepakat karo pemikirane konco2.. oj pilh kasih , di sama ratakan & sama rasa.. belajarlah dari pengalaman ..
karena semua itu akan membuat kita mengevalusi diri sendiri sebelum komen terhadap orang lain .. sragen : jadilah diri sendiri
sragen bukan solo, wng solo dudu wong sragen

26/4/11 20:25
ajis

sahabat-sahabatku
percayalah terhadap diri sendiri.

26/4/11 20:27